"BRAKKKKKK!!!!!!!!!"
pintu palka pesawat terbuka lebar, aku tersadar dari lamunanku, Succinics yang membuka pintu tersebut hanya memberi tanda kami untuk keluar, aku bergegas berdiri, sesaat kepalaku mendadak berat, dan telinga ku mendenging keras, ada yang aneh dengan di luar sana, udara yang kuhirup melalui pintu palka pun berbau mesiu. Sudah 13 orang mati di dalam pesawat yang dibiarkan tertutup lama selama 7 hari itu, mereka sengaja menutup pesawat untuk memperkecil jumlah kami, kami bertahan dengan ransum kami, yang sekarang telah habis itu.
Cahaya menyilaukan menempa mataku saat berada di ujung palka, bau mesiu semakin menyengat melewati hidungku. Ya Tuhan, benar kata Reed, tempat ini memang tanah setan, rumah-rumah para succinics dibangun dari batu batu alam yang berwarna warni namun dipenuhi api, debu berterbangan di sekitar kami, mereka hidup dari api, panas langsung menyapa indra peraba ku, mereka tak bisa hidup tanpa api, tapi dimana ini???? aku tak mengenali daerah ini, tak ada penjelasan yang pasti sejak sejauh mata memandang hanya ada api dan rumah rumah para Succinics. Nafasku tercekat tak ada satu manusia pun yang mampu hidup dalam lingkungan panas seperti ini, begitu turun dari pesawat, komandan succinics meminta kami memakai baju tahan api, lalu digiringnya kami menuju sebuah tempat, kami para penantang layaknya penjahat yang hendak dihukum, dirantainya kaki kami dengan rantai besi ber sonar, untuk waktu yang agak lama, sampailah kami di camp para tawanan. Tunggu,,, apakah Adrian ada di sana???? Semangat membuncah memenuhi dadaku, ketika memasuki ruangan gelap penuh jeruji tersebut sorak sorai manusia menyambut kami, teriakanku memanggil Adrian tak lagi terdengar tenggelam dalam lautan manusia, tawanan mereka adalah orang orang penting, dari mulai para pemimpin PBB hingga menteri dan presiden juga para ilmuwan potensial.
Jumlah para penantang tinggal 76 orang, kami lalu dimasukkan ke sel paling akhir di ruangan tersebut, setelah keadaan mulai tenang aku lalu menyebarkan pandangannku ke sekeliling ruangan untuk mencari Adrian, nihil, tak kudapatkan siluet tubuhnya di antara para manusia ini. aku mulai putus asa, apa yang mereka lakukan pada Adrian???!!.
Makanan diantar kepada kami para penantang, di atas piring perak itu hanya ada sebuah cairan kental berwarna bening, kami diperintahkan untuk memakan cairan tersebut, konon cairan tersebut dapat membuai rasa lapar kami untuk 2 minggu ke depan, aku lalu menenggak cairan tersebut, benar saja, perutku yang sudah lapar ini tiba-tiba merasa penuh dan tubuhku kembali bertenaga. sambil beristirahat aku bersender ke jeruji besi sementara penantang lainnya tertidur karena kenyang, kukeluarkan foto Adrian dan aku saat berlibur di Santa Monica sebulan lalu, aku menyodorkan foto itu pada seseorang di sebelah sel para penantang ia berkata "kami telah hidup selama 19 bulan di dalam sel ini, namun aku tak pernah bertemu orang yang bahkan mirip dengan orang yang berada dalam fotomu" aku tertegun
Dimanakah Adrian???



0 Responses to 'Succinics Part #3'