4 April 2010, seorang rekan baru saja menikah dan mengadakan resepsi di sebuah hotel mewah di Bandung. Biasa, we're exited, yes we are, setiap kali ada undangan nikah, pasti kita dateng, jujur sebagai bahan perbandingan buat ntar dan tentunya untuk makan gratis (ehem...)
Saya anggap, resepsi di hotel tersebut merupakan kompensasi dari cuaca panas Bandung hari ini, macetnya dan ulah para pengendara bermotor dan bermobil nya. Excited juga soalnya resepsi kali ini bakal dihadiri seorang menteri dan orang-orang penting di bidang pekerjaan saya. Linkage! that's what i told myself everytime i go to the wedding party, kenalan sama orang baru, bikin kesan meskipun gak kenal, dan tentu saja nonton. I am ready with my usually casual but formal dress, make up and shoes. JUJUR hari yang panas ini gak bikin saya nyaman dengan semua itu.
Saya anggap, resepsi di hotel tersebut merupakan kompensasi dari cuaca panas Bandung hari ini, macetnya dan ulah para pengendara bermotor dan bermobil nya. Excited juga soalnya resepsi kali ini bakal dihadiri seorang menteri dan orang-orang penting di bidang pekerjaan saya. Linkage! that's what i told myself everytime i go to the wedding party, kenalan sama orang baru, bikin kesan meskipun gak kenal, dan tentu saja nonton. I am ready with my usually casual but formal dress, make up and shoes. JUJUR hari yang panas ini gak bikin saya nyaman dengan semua itu.

(foto hanya ilustrasi)
When i was kiddo, what i am wondering about wedding party is Ice Cream, Good Food and the weather of the party. Point pertama yang diperhatiin adalah the weather, suasana pesta nya, teratur engga nya, kapan waktu nya (indeed saya lebih senang menghadiri resepsi di malam hari). Kedua, baru food nya, saya senang makan gratis apalagi makan di resepsi hehe, dan Ketiga must but not least, haha, Ice Cream, and i will be very sad kalo gak dapet es krim di resepsi, meski harus ngantri kaya di nikahannya citra, tapi untuk dapet es krim apa saja mau. Dan pada umur 22 ini saya menemukan bahwa ketertarikan saya terhadap resepsi masih dipengaruhi hal-hal di atas. I am still a little girl. But dont you???
Buat saya resepsi merupakan ajang 'pamer' sama semua orang kalau si penganten happy dengan pernikahannya. Acaranya harus dibuat se berkesan mungkin dan penganten mesti showed up se mesra-mesra nya di depan para tamu, kepuasan paling tinggi diraih ketika orang mupeng dengan pernikahan itu sendiri. Saya paling sebel sama orang yang nikah dan ngadain pesta gede-gede an tapi di depan banyak orang mereka kayak patung yang gak kenal satu sama lain. haiyaaa...
But sayangnya, di resepsi tadi siang, saya merasa sangat kepanasan karena ternyata pesta nya out door dan awan di atas nya gak ada satupun yang muncul, gak ada kipas angin,untuk point pertama i am dissapointed, kebayang pengantennya rasanya kayak gimana. Yang kedua, i am not taste a good food, ya sih mahal dan modern, tapi rasanya biasa aja, yang enak itu waktu di nikahannya Teh Ica padahal skala resepsi nya jauh lebih sederhana, dan GAK ADA ICE CREAAAMMMMM!!! rrrggggghhhhhhhh.... nelangsa. Tanpa mengecilkan arti teman, itu resepsi emang wah abis, dari mulai wardrobe sampai acara total semua oke, tapi point yang saya cari gak dapet di resepsi itu. Just my humble opinion, personal objective hahahaha
Tapi ya sudahlah,,,
Yet, ceritanya belom selesai, ketika berjalan menuju lobi hotel untuk kemudian pulang, saya ketemu Boss Rina, heheh, she's preety beautiful, with her husband, terus saya sapa deh, know what she said?????????? she said "sudah saya emailkan pekerjaan kamu berikutnya yaa " dengan senyum yang tetap selalu menawan. hahahaha
Well okay, i am impressed with this beautiful sunday, but lesson learned...
1. I am not going to make a big party at big hotel to impress everybody about the place. Yet impressing it is burdening my pocket. Because wedding party is just a lightest blink of an eye, just a couple of impressing hours and after that everything's done and for the guests it won't be any impress in the day after. JUST a SLIGHT, so, we can play with every component of the party, interchangeably. But i am choose FOOD and COMFORT PLACE not a BIG PLACE.
2. I will do the party at night, in the last rainy season at Saturday. NO OUTDOOR dan tempat yang gampang parkir, seengganya, ada tempat parkir, kalopun ribet parkir kalo malem kan adem, hehehehehe
3. I will extra careful of smoking area so everyone can feel comfortable, and NO STANDING PARTY for heavy meals.
4. I will fulfill every child desire with an ice cream untuk mengatasi kerungsingan mereka, dan banyak banyak ice creammm,hmm Yummmm
hehehehe, kenapa jadi curcol begini, tadinya kan mau opini. Gak sabar nunggu resepsi, hahahaha, kukumpul dulu lah yaa, ayo kita kumpulin duitnya aa, hehe...
Hujan sudah reda, saaatnya undur diri, duduk di beranda sambil nikmatin secangkir cappucino anget dan ngobrol sama calon suami. Ceeyaaa!!!
Buat saya resepsi merupakan ajang 'pamer' sama semua orang kalau si penganten happy dengan pernikahannya. Acaranya harus dibuat se berkesan mungkin dan penganten mesti showed up se mesra-mesra nya di depan para tamu, kepuasan paling tinggi diraih ketika orang mupeng dengan pernikahan itu sendiri. Saya paling sebel sama orang yang nikah dan ngadain pesta gede-gede an tapi di depan banyak orang mereka kayak patung yang gak kenal satu sama lain. haiyaaa...
But sayangnya, di resepsi tadi siang, saya merasa sangat kepanasan karena ternyata pesta nya out door dan awan di atas nya gak ada satupun yang muncul, gak ada kipas angin,untuk point pertama i am dissapointed, kebayang pengantennya rasanya kayak gimana. Yang kedua, i am not taste a good food, ya sih mahal dan modern, tapi rasanya biasa aja, yang enak itu waktu di nikahannya Teh Ica padahal skala resepsi nya jauh lebih sederhana, dan GAK ADA ICE CREAAAMMMMM!!! rrrggggghhhhhhhh.... nelangsa. Tanpa mengecilkan arti teman, itu resepsi emang wah abis, dari mulai wardrobe sampai acara total semua oke, tapi point yang saya cari gak dapet di resepsi itu. Just my humble opinion, personal objective hahahaha
Tapi ya sudahlah,,,
Yet, ceritanya belom selesai, ketika berjalan menuju lobi hotel untuk kemudian pulang, saya ketemu Boss Rina, heheh, she's preety beautiful, with her husband, terus saya sapa deh, know what she said?????????? she said "sudah saya emailkan pekerjaan kamu berikutnya yaa " dengan senyum yang tetap selalu menawan. hahahaha
Well okay, i am impressed with this beautiful sunday, but lesson learned...
1. I am not going to make a big party at big hotel to impress everybody about the place. Yet impressing it is burdening my pocket. Because wedding party is just a lightest blink of an eye, just a couple of impressing hours and after that everything's done and for the guests it won't be any impress in the day after. JUST a SLIGHT, so, we can play with every component of the party, interchangeably. But i am choose FOOD and COMFORT PLACE not a BIG PLACE.
2. I will do the party at night, in the last rainy season at Saturday. NO OUTDOOR dan tempat yang gampang parkir, seengganya, ada tempat parkir, kalopun ribet parkir kalo malem kan adem, hehehehehe
3. I will extra careful of smoking area so everyone can feel comfortable, and NO STANDING PARTY for heavy meals.
4. I will fulfill every child desire with an ice cream untuk mengatasi kerungsingan mereka, dan banyak banyak ice creammm,hmm Yummmm
hehehehe, kenapa jadi curcol begini, tadinya kan mau opini. Gak sabar nunggu resepsi, hahahaha, kukumpul dulu lah yaa, ayo kita kumpulin duitnya aa, hehe...
Hujan sudah reda, saaatnya undur diri, duduk di beranda sambil nikmatin secangkir cappucino anget dan ngobrol sama calon suami. Ceeyaaa!!!



0 Responses to 'Another Wedding Party'