Ini Tulisan Request

Posted by SuPerWoMan On Thursday, December 17, 2009
Saya selalu takut tiap kali buka blogger meter dan liat syapa aja yang baca blog ini, haha, okelah, terakhir kali nulis alamat blog adalah sekitar beberapa bulan yang lalu, dimana isinya hanya berupa sesuatu atau tepatnya seonggok tulisan yang sungguh sangat tidak penting. kali ini, ada orang yang dengan terang-terangan membuka blog saya di depan saya, lewat link Facebook dan dia sebenernya bukan orang yang saya kenal dari lama...

Namanya Achmad Maulana, musuh bebuyutan si Susan yang mendeskripsikan manusia bernama Achmad ini semirip dengan monster, saya gak pernah ketemu dia, saya juga gak pernah sekalipun membaca sesuatu yang terkait dengannya, pada saat itu saya cuma percaya dengan cerita berapi-api yang disampaikan seorang sahabat akibat rasa sakit hati, nah lho?! Saya lupa, Susan memang sahabat saya yang paling sensitif. Bahkan orang yang pernah manggil doi dengan nama "Susanto" aja nampak akan dimusuhi seumur hidupnya. well.. first impression person. Diluar dari itu yang saya dengar adalah, seseorang bernama Achmad ini mulai populer ketika dia off to aussie buat study master nya, entah siapa yang dengan tidak bertanggung jawabnya mengucapkan bahwa kelak ketika Achmad kembali dan menjadi dosen, tak akan ada lagi nilai rapat kiri di mata kuliah matek dan ekonometrika, karena konon katanya, Achmad itu jauh lebih afgan (red'-sadis) dibandingkan dengan seorang dosen muda lulusan Prancis yang sekarang pun lagi kuliah di Italia, yang mana adalah dosen favorit para mahasiswi yang mengagumi fisiknya, dosen Favorit mahasiswa/i pintar yang menjadikan lagrange sebagai teman tidurnya, dan dosen yang paling dihindari sepanjang masa kuliah oleh orang-orang sejenis ingin cepat lulus dengan nilai besar atau sejenis mahasiswa/i yang ingin nilai besar tanpa tau mau lulus kapan, yang selalu memberi nilai rapat kanan tanpa ampun, yang pernah menampar seorang mahasiswa di dalam kelas (ups,,off the record). waktu itu selintas saya membayangkan, orangnya pasti gendut, item, pendek, botak dan berwajah menyeramkan.......hiiiiyyy


Baguslah dampaknya, mahasiswa/i rebutan tempat di kursi sidang (meski waktu sidang jarang ada yang duduk) sedini mungkin, sebelum Achmad pulang, atau sesegera mungkin mengambil mata kuliah yang kira-kira akan Achmad ajar, atau demi memenuhi SKS mengambil mata kuliah yang tidak akan Achmad ajar sama sekali, CONTOH bahasa jerman, Model Valuasi Aset, dan Pengantar Akuntansi II (hahaha,,Lebay). Atau sebutlah, selain karena kedua orang tua dan Prestise serta tanggung jawab, Achmad adalah alasan bagi setiap anak ESP angkatan muda untuk sesegera mungkin lulus.

Saat ini? Terlambat,,, Achmad sudah pulang....

(Untung saya sudah mau sidang)

Ceritanya... Sore itu, di minggu penuh deadline banci yang sangat suka datang keroyokan, masuklah seseorang ke ruangan kantor sambil ketawa ketiwi bareng para dosen, awalnya saya gak peduli, tapi ketika seorang dosen senior yang sangat saya kagumi memanggilnya dengan sebutan "mad..." saya langsung tau... OoW... mimpi buruk para junior datang juga. lagi-lagi karena gak peduli, tapi sedikit penasaran, ternyata dia gak sejelek yang saya pikirkan meski gak seganteng Brad Pitt atau Johny Depp, tapi mirip dikit sama Aldi Bragi (Ibu Pipit Pitriyan : November 2009), well... masih teringat cerita Susan saya jadi ilfil lagi, lalu apakah yang terjadi, tiba-tiba dia menghampiri saya dan mengatakan "Saya Achmad".... karena masih termakan isu monster maka dalam hati saya bilang "So What?", oke, first Impression dia sudah cukup menolong sehingga saya tidak melakukan kesalahan kedua kalinya, yang pertama saya gak tau yang mana yang namanya Pak Arief Anshory dan saya bertanya kepada seseorang yang saya temui yang manakah bapak yang dimaksud yang ternyata adalah Pak Arief Anshory Sendiri. (GubraGG!!)

Baiklah, kesimpulannya, saya bersyukur tidak sedang duduk di bangku kuliah karena mungkin Achmad memang se-afgan yang orang-orang kira, tapi tidak segalak dosen muda yang pertama. kesimpulan kedua, ternyata Achmad tidak sehitam yang saya kira, serta tidak Gendut, dan tidak botak, jelas-jelas tidak Pendek dan juga tidak mengerikan. Kesimpulan ketiga, dia mengingatkan saya terhadap kakak saya yang meninggal 2 tahun yang lalu, karena cara bicara dan cara tertawa mereka yang sangat mirip, bukan kesan yang buruk. Kesimpulan keempat, yang paling akhir, ternyata Achmad betul-betul bisa bicara (???). *kakak pernah dibahas di notes (Click notes kalo pengen tau)

oke.... mulai harus menyeleksi apa yang Susan ceritakan,,,,

0 Responses to 'Ini Tulisan Request'

Subscribe:

" Hiduplah, Mengenang Hanya Untuk Orang Orang Tua!!" Paulo Coelho

Categories: