Man Listen when Girl Argue, FAQ

Posted by SuPerWoMan On Tuesday, October 13, 2009
hmmm, who said that? ada tuh pengalaman yang saya alami adalah WHEN GIRL WANTS TO HEARD, MAN ARGUE...percaya deh, saya sering banget ketemu laki - laki dengan counter power yang gede banget, mereka memilih untuk berargumen dan mematahkan pendapat perempuan dibandingkan mendengarkan, well... jangan kacau dulu, there is none of these post who judge whether girl or boy whose wrong, this is just because of THE DIFFERENCES

saya ngerasa, asupan gizi mental buat wanita itu memang lebih banyak dari lelaki, saya pun sebagai perempuan merasa begitu, when i am down or felt that there is something wrong, i prefer thinking deep about that,,, rather than let it go... just like man do,, itu pun disebabkan oleh perbedaan, laki laki memiliki asupan porsi lebih besar untuk rasionalitasnya. kalau menurut saya itulah mengapa wanita terkenal dengan gengsi nya dan laki laki dengan egonya.

curhat colongan nih yah..

i felt so stressed about these few months,feel there is no room for me to breathe, even to scratch my itch..gak ada lagi dong yang bisa saya ceritain selain pacar saya tersayang, selama ini dia keukeuh *yakin kalau saya itu bukan stres tapi meyakini bahwa saya stres, lalu apa bedanya, menurut saya stres dialami orang yang merasa stres,,, oke, saya pun mengakui bahwa kekuatan pikiran mampu menciptakan respon otak ke seluruh saraf dan otot. But actually that's not what i want to talk, dya terus terusan mencoba untuk mematahkan argumen saya bahwa saya benar benar tertekan dengan perasaan saya saat ini. Dia bilang sebenarnya perasaan itu bisa kita kendalikan, for man iya, for girl????? gak bakal, kebanyakan dari kita lebih milih nyelesain masalah dulu baru bisa ngerjain semuanya, daripada ditunda tapi gak bisa ngerjain apa-apa sebaliknya laki laki lebih milih mendinginkan kepala dulu baru diselesaikan dan layaknya error component pada random effect model, hal itu gak ada kaitannya sama kerjaan mereka...


saya terbenam dengan pemikiran ini, saat ini saya hanya ingin didengar, dibelai dan dipahami, dimotivasi dan bukan dipatahkan, memberitahukan hal yang paling benar menurut rasionalitas mungkin baik tapi tidak menolong, seperti yang saya bilang, istilahnya wanita lebih butuh dipeluk daripada diberitahu kalau apa yang dilakukan atau dipikirkannya keliru. saya gak nuntut laki laki untuk mengerti, saat kami perempuan juga kadang kadang gak ngerti dengan ke laki lakian mereka, hanya ada beberapa perbedaan yang wajib kita pahami, saat ini saya sedang memahami laki laki, dengan tidak terlalu banyak mendebat dan sedang belajar mengerti mengenai kesederhanaan yang hampir diimplementasikan kepada seluruh inci kehidupan bahkan dengan wanita. baiklah, gak terlalu susah ko melakukannya, saya cuma harus diam, lalu kalau sudah terlalu kesal maka menulis lah saya seperti ini, lalu emosi saya terkeluarkanlah sudah, dan si dia bisa baca setelah semuanya mendingin baru kita omongin, kalo inget,,, hehehe


saya jadi ingat beberapa bulan lalu, saya sering banget berantem dengan si dia, pacar saya, bukan karena saya gak pengertian, tapi saya benar-benar gak ngerti,,, tapi nampaknya sekarang saya harus mulai terbiasa dengan kesederhanaan nya akan beberapa hal, termasuk kepekaan. kalau dibilang "makanya manajemen ekspektasi" saya bilang malah gak ada masalah sama ekspektasi saya saat ini, saya merasa free, kami melakukan semuanya dengan baik, termasuk komunikasi, hanya saja ada saatnya dia dan saya kaku dalam mengemukakan kemarahan kami. kekecawaan kami. dan ketakutan kami. ya ya ya sekali lagi saya dan dia harus belajar lebih banyak. bukan tentang ekonometrika, atau dasar dasar matematika ekonomi lagi, tapi diri kami masing - masing.





ad note :

- rata-rata waktu aa sama neng ketemuan akhir akhir ini gak pernah lebih dari 3 jam sehari
- udah gak pernah ngomongin hal lain selain kerjaan dan hidup (maksudnya ngomongin 'kita', mount blanc, uung, vivi...waks)
- udah mulai jarang berantem bukan karena lagi akur, tapi karena gak pernah ada cekcok lagi, we hardly met in a deep conversation hehehe
- dan saya kangen banget aa yang _dulu_ tanpa bermaksud mengatakannya telah berubah, he still the same, but not with his activity, please
=)

0 Responses to 'Man Listen when Girl Argue, FAQ'

Subscribe:

" Hiduplah, Mengenang Hanya Untuk Orang Orang Tua!!" Paulo Coelho

Categories: