Lampion

Posted by SuPerWoMan On Thursday, October 15, 2009

*Rianto Eka Saputra*

Si beureum diparkirkan dibawah pohon angsana tempat biasa ia memarkirkan motor kesayangannya, lelaki berumur 21 tahun itu memandang sedih gedung yang telah direnovasi ulang di depannya, kenangannya akan tangga kayu itu membuatnya menjadi bertambah kaku, hatinya berdesir mengingat memori lekat yang sedang bermain di kepalanya saat ini, suara tawa terdengar seperti backsound yang sengaja diputar mengiringi bayangan tokoh tokoh yang sedang berlaga. Dia menunduk, menyunggingkan senyumnya sedikit, lalu berjalan lambat menghampiri tangga yang terbuat dari pohon oak dan menghadap ke lapangan besar yang kemudian telah direnovasi menjadi taman bunga lengkap plus air mancur mungil, pemandangannya memang menjadi lebih asri, namun menurut lelaki satu ini, tak ada keindahan yang mampu menandingi padang rumput hijau yang luas, pemandangan sebelum renovasi dilakukan, tepatnya 5 tahun lalu. ia lalu bergumam, menggumamkan namanya, "Rianto Eka Saputra" dan kelasnya "kelas sepuluh tujuh" lalu tersenyum lagi.

Seorang lelaki lainnya memandangi Rianto dari belakang sambil kebingungan, ia merasa mengenali punggung yang tak asing itu, lelaki paruh baya itu kemudian pelan-pelan menghampiri Rianto sambil berharap semoga manusia yang akan dihadapinya ini adalah benar seseorang yang ia kenali. "Rianto?? Toto??" panggilnya sambil menepuk punggung, lelaki yang dipanggilnya lalu berbalik, terdiam sebentar lalu tersenyum "Mang Uun??, ya ampun Mang Uun apa kabarnya?". Mang Uun lalu tampak sangat lega karena tebakannya benar, diraihnya jabatan tangan Rianto lalu berkata "Ya gini weh jang, masih jaga sekolah, loh, Jang Toto ngapain kesini? kok gak sama yang lain???", Rianto lalu menggeleng, "Yang lainnya masih pada sibuk bikin skripsi Mang, udah ada yang kerja juga beberapa, belum sempet kesini semua, kalau saya mah karena baru aja lulus mang, gak ada kerjaan di rumah jadi weh maen kesini" katanya sambil manggut manggut. Mang Uun lalu tersenyum "Iya, dulu mah suka pada rame yah disini teh, keketawaan kayak gak keabisan tenaga, ajakin atuh yang lainnya nengok jang.", Rianto lalu nyengir lebar, belum sempat ia berkata apapun Mang Uun lalu berkata "Jang, sekarang mah semua udah diganti, guru-guru yang lama dimutasiin ke luar kota, pengurus sekolah juga udah ganti, cuma beberapa guru aja yang masih bertahan teh, kepala sekolah yang baru disiplin banget, sekolah SMA sekarang udah gak se asik dulu". Rianto mengerutkan keningnya "Kenapa pada dimutasi pak? bukannya dimutasi tu kalau ada rujukan langsung dari depdiknas?", Mang Uun menggeleng "Kepala sekolah yang baru katanya punya relasi di jajaran atas orang depdiknas, guru-guru yang menentang kebijakan kepala sekolah baru lalu pelan-pelan dimutasi ke luar kota, satu - satu" ujarnya, suaranya kemudian menyerak seperti menahan sakit. Rianto lalu terdiam "Emangnya kepala sekolah yang baru kenapa pak?", "Nggak tau jang, katanya asalnya dari sekolah militer gitu, mungkin ingin supaya sekolah ini jadi lebih disiplin meureun?".


Entah mengapa pembicaraannya dengan Mang Uun membuat mood nya menjadi agak buruk seharian ini, Rianto lalu menyandarkan badannya ke sofa, menarik nafas panjang lalu mulai berpikir, ya berpikir bagaimana caranya mengumpulkan anak-anak Lampion untuk mengobati rasa kangennya yang sudah tak terbendung lagi itu. pelan-pelan di absennya nama anggota Lampion sambil mengecek nomer nomer Hp di komunikator terbarunya, Galih, Yovita, Riani, Eva, Chandra, dan Marsel. Dibuatnya sebuah pesan singkat lalu menekan tombol "sent to group". Di lain tempat, keenam handphone berbunyi bersamaan di tempat yang berbeda, di kota yang berbeda, dalam suasana yang berbeda, namun keenam pemiliknya seketika juga tersenyum ketika membaca pesan tersebut.


"Barudak, Reuni jadinya bulan depan, kebetulan sodara urang ada yang baru beli villa di lembang, pada dateng yah, ada kejutan, inget!!!HARATIS*"

sementara pengirim pesan tersbut sudah keburu ngorok sebelum membaca pesan balasan yang serempak membalas "OK, I'll be ThERE"

*gratis



0 Responses to 'Lampion'

Subscribe:

" Hiduplah, Mengenang Hanya Untuk Orang Orang Tua!!" Paulo Coelho

Categories: