Cerita Tentang Malaikat

Posted by SuPerWoMan On Wednesday, May 06, 2009
Rada bingung sebenernya sama hari ini, agak chaoz di pagi hari, dimulai dari ongkos hingga mengatasi rasa malas, tapi ketika siang menjelang ya,,,syukurlah rada pencerahan begitu, hanya yang tertinggal adalah rasa malas untuk mengajar privat, tar deh sms, syapa tau glenn hari ini GO..

oh iya ktika menunggu pak harisdiana membacakan 'pidatonya di depan anak-anak, gw baca diary bekas yang ada di tas, dan membaca sebuah cerita judulnya wishes part 1 yang gw tulis waktu aa masih kerja di Jakarta dan waktu itu sedang era kesepian abis,,hhahaha...

berbeda dengan kondisi di atas, waktu baca tertegun juga,,,haaa,,,jadi sedih,,,



wishes #1


ya Tuhan, aku melihat malaikat,,,ia tersenyum padaku dan ia bertanya tentang apa yang aku rasakan, kamipun bercakap-cakap sebentar sebelum angin siang membawanya pergi.

"apa yang sedang kau rasakan pagi ini?" tanyanya dengan mata yang bercahaya, ia mengelus kepalaku dengan jari-jarinya yang juga bercahaya "aku sedang merasa beruntung..." sahutku, ia lalu tersenyum, dan aku mampu melihat deretan giginya yang rapi, "aku tau kau sedang merasa beruntung karena tiba-tiba menemukan apa yang kau inginkan selama ini bukan?", "wah bagaimana kau bisa tahu?"jawabku sambil memainkan ujung jubah putihnya, "karena aku melihatnya dalam mimpimu .." ia lalu terbang sebentar melintasi ujung-ujung atap kamarku sambil bergumam, "aku tau kau begitu menyayanginya saat ini, mengapa?" aku beranjak dari ranjangku, dan memandangi sayap-sayapnya yang mengepak agung, "karena ia berhasil membuatku begitu.." jawabku sederhana. ia merendahkan terbangnya dan memandangku lebih dekat "bahkan kau tak ragu dengannya?" aku menggeleng, ia kemudian duduk disampingku, terdiam...

"aku hanya tak tau bagaimana perasaanku, tapi yang jelas aku bersedia mengorbankan hatiku untuknya.." ia tertawa ringan"aneh, bagaimana bila ia melukaimu?" aku tersenyum "bila untuk itu aku ada untuknya, mengapa tidak?", ia terbang sesaat lalu duduk di atas lemariku "di dunia malaikat tidak ada hal semacam itu.." kemudian ia menopang dagunya dan terlihat sedang berfikir.

sejenak ia menatapku "aku menemanimu sejak lahir, belum pernah aku melihatmu sebahagia ini..." aku tersenyum,,,

"iya kau memang sedang bahagia.."

tiba-tiba saja jam berdentang 10 kali ia lalu kembali merentang sayapnya "aku harus kembali ke timur dan bertemu Tuhan, mungkin kau ingin menetapkan doa?"

"ya tentu saja.."
"aku ingin aku menyampaikan padanya bahwa aku ingin sekali melihat orang yang saat ini kita bicarakan bahagia..", ia berbalik sebentar "mengapa kau tak berdoa untukmu sendiri?" tanyanya heran. aku menyentuh pipinya dan mencium keningnya "tolong sampaikan saja, bila Ia mendengarnya Ia pun akan tau, dengan bahagianya maka begitu pula denganku, tapi bila Ia enggan mengabulkannya karena aku terlalu banyak mengecewakanNya, bujuklah Ia untuk menukar kebahagiaan dalam hatiku untuk orang ini..."

ia tersenyum "kau memang benar-benar sedang jatuh cinta" lalu menembus jendelaku diiringi cahaya nan terang lalu terbang menuju timur, "aku akan kembali" bisiknya sambil mencium pipiku...

aku mengangguk dan tersenyum,,,


23 Juni 2008

0 Responses to 'Cerita Tentang Malaikat'

Subscribe:

" Hiduplah, Mengenang Hanya Untuk Orang Orang Tua!!" Paulo Coelho

Categories: